Monday, October 31, 2016

Beberapa tahun sudah berlalu...
Sejak terakhir kalinya aku tenggelam di blog ini
Dulu..
Dengan jemari yang menari di papan keyboard
Kutuangkan isi hati dan otakku

Berhenti mengetik pikiranku di blog ini bukan berarti aku berhenti menuang pikiran
Tapi memang sudah habis sisa detik di tiap hariku untuk bersua dengan PersonaDavarOne
Kesibukan sejak hadirnya Chatal Junior benar-benar membuatku lupa sama blogging..
Ya kadang ada sih waktu untuk mengetik jika mau..
Tapi rasanya sudah lelah untuk berpikir lagi saat mau menulis di sini..
Jadi plihanku jatuh pada main game
Tak apalah main di hape, karena game konsolku sudah karatan..

Tuangan pikiranku selama berhenti menulis blog atau menulis diary atau apalah itu, tetap berwujud
Cuma ya itu dia, semuanya dalam bentuk deadline pekerjaan menulisku..

Hahaha..

Aku sendiri pun tak tahu kenapa sekarang jemariku kembali menari di atas keyboard ini
Untuk mengisi satu lagi halaman blog ini..

Biarlah alasan itu jadi misteri..
Karena aku tak punya cukup waktu memikirkannya..
Sekarang aku harus kembali menulis untuk deadline kerjaku hari ini..

Meski begitu,
Senang jumpa lagi denganmu PersonaDavarOne...

Saturday, November 2, 2013

Kamarku Hidupku

Lihatlah kamarku..

Aku berdiri tepat di pintu kamarku..

Ruangan kotak itu dibalut cat putih polos dikeempat sisinya..
Jendela di sisi seberang pintu kamar terpasang kokoh, *sepertinya..*
Ada tempat tidur busa ukuran single tempat adikku tidur, plus extra-bed buat aku merebahkan diri..
Rak susun plastik berdiri tegap di sudut ruangan, sejajar dengan pintu tempatku berdiri...

Rak susun itu terlihat penuh dengan berbagai barang yang bertumpuk tak rapih.
Mulai dari tumpukan buku tak beraturan sampai tas-tas yang mengkumal.

Aku teringat beberapa tahun lalu saat masih punya kamar sendiri, belum berbagi kamar begini dengan adikku.
Saat itu setiap sudut ruangan di kamarku terlihat rapih dan nyaman.

Banyak yang bilang kalo kepribadian seseorang itu bisa dilihat dari kamarnya.
Kalo kamar rapih, tertata dengan baik, terlihat bersih, indah, dan nyaman, maka biasanya orang yang memiliki kamar tersebut juga memiliki kehidupan yang tertata, tenang, dan nyaman dalam menikmati hidup.

Jadi, dengan keadaan kamarku yang seperti ini, rupanya aku harus memikirkan ulang hidupku.

Wednesday, September 25, 2013

Hai Bulan malam

Hai bulan malam,,
aku melihat sinarmu berpendar di langit rumahku
Saat aku menatap beningnya kanvas langit tanpa awan,
barulah aku menyadari betapa cerah sinarmu diatas sana

Hai Bulan malam,,
Sunyi senyap kegelapan dan semilir angin malam menemani momenku resapi alam
Membuatku mampu merasakan indah agungnya karya sang Pencipta

Hai Bulan malam,,
Sejenak lepas lelah letih dipundakku
Berganti lega sembari menarik napas panjang dan hati mulai berbisik:

*oh damainya perasaanku*
*sudah lama kulupakan heningnya sendiri*
*melihat dalam pejaman mata*
*mendengar dalam keheningan*
*sebab dalam heningku yang sendiri ini*
*aku bisa merasakan jelas hadirMu di hidupku*

Hai Bulan malam,,
Sampaikan syukur bibirku padaNya
Biarkan nyanyian syukur ini disampaikan para malaikat
Biar genap damai hatiku

Tuesday, September 24, 2013

Hari ke-10001-ku

Hari ini, tepat pada tanggal 24 September 2013, adalah hari ke- 10001 dalam hidupku!
:-)
Yup,, aku sudah hidup lebih dari sepuluh ribu hari...!!
Bayangkan,, betapa banyak ya siang-malam yang kulewati selama ini..
:-)

Sejenak aku termenung saat aku sadar betapa banyaknya hari yang sudah terbuang itu dalam hidupku. Lalu seketika itu juga ku bertanya, apakah semua hari yang telah terbuang itu memberikan dampak positif buat hidupku? Lingkunganku? Ato orang-orang terdekatku?

Tanpa dikomando dua kali,, tanganku langsung melayang ke arah tas hitam kesayanganku. Hasil dari refleks otakku ini membuat tangan kiriku merogoh jauh ke dalam tas. Selang beberapa detik kemudian, aku telah memegang sebuah agenda kecil yang sudah kumiliki sejak tahun 2007.

Perlahan-lahan aku membalik lembar demi lembar tulisan dalam agendaku. Ingatan masa lalu bertebaran diatas kepalaku. Hihihi...aku tertawa sendiri melihat isi agendaku ini. Aku ga menyangka kalau dulu aku menulis semua itu. Eits,, tunggu dulu.. ada sesuatu yang menarik perhatianku..

di sebuah halaman yang sudah agak kusam, ada tertulis :

Be radical..
Not in the violence
But in Christ,
In mind,
In thought, 
In good deed..
Aku termenung..
kemudian kubaca lagi halaman dibaliknya..

1. Hidup dengan idealisme dan visi
2. Hidup untuk kepentingan bersama
3. Rela berkorban/susah/menderita
4. Tekun dan tuntas karya

Mataku mencari-cari judul dari catatan-catatan tersebut.
Dapat! Disudut kiri atas bertulis:

Nilai-nilai Kepanduan
oleh : Agus Lianto, Iwan, dan Samuel Situmangor
 Aula PPI Unmer Malang
160110

Oh..rupanya itu catatan ketika aku mengikuti seminar kepanduan yang diadakan oleh perkantas. :-)
Sejurus dengan itu, aku kembali memikirkan hari ke-10001-ku ini..
Apakah selama 10000 hari tersebut aku telah hidup dengan idealisme? Apapkah aku telah dipenuhi visi dan termotivasi untuk melalukan visi tersebut?  Apakah aku sudah hidup untuk kepentingan bersama? Apakah aku sudah mau berkorban bagi orang lain? Apakah aku tekun dalam mengerjakan sesuatud an menghasilkan karya-karya yang sesuai dengan potensi otak ynag Tuhan berikan?
Jika semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas adalah “Tidak”, maka apa saja yang sudah terwujud?
Seandainya mau menuruti apa yang ada di catatan tersebut,, darimana aku harus memulainya?

Hari ke 10001 rupanya menjadi saat yang tepat buatku untuk refleksi diri, semoga dalam waktu dekat ini, aku bisa menyelesaikan misteri ini



Monday, September 23, 2013

Malamku belum larut..



Kadang ketika jiwa terasa lelah, kehidupan pun ikut berjalan lesu. Tengok kanan-tengok kiri, semua terlihat lesu. Aku ga memungkiri jika ini mungkin hanyalah masalah sudut pandang saja. Sudut pandang dimana karena aku lelah, maka dunia ikut lelah.

Seperti malam ini, meski jam dinding baru menunjukkan pukul 9 malem, tp rasanya kelelahan uda ga bisa ditahan Lalu, entah darimana datangnya, pikiranku berbicara padaku.

Aku heran dengan banyaknya orang yang bekerja dari pagi hingga sore. Menghabiskan waktu berjam-jam menguras tenaga dan pikiran. Sejak subuh sudah bangun, lalu bersiap mandi dan menyantap sarapan. Lalu segera pergi ke suatu tempat yang namanya kantor. Memang tidak semua bekerja di kantor, tapi sebagian besar orang indonesia pengen kerja kantoran--katanya..

Aku sadar bahwa manusia memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi apa harus dengan cara seperti itu?

Pagi hingga sore..
Senin sampai sabtu..
Delapan jam sehari, jadi sepuluh jika lembur kerja, gapapa lembur, pokoknya dapet duit lebih.

Yang pengen aku tau adalah apa iya tubuh manusia didesain untuk bekerja sedemikian rupa?

Malamku belum larut.. tp aku sudah capek tak tertahan..
Sebaiknya aku tidur agar tubuhku siap untuk menjalani hari esok..

-- Pukul 21.37 | 21 September 2013 --

Thursday, February 7, 2013

A Little Lesson From Tower Heist

Siang ini akhirnya aku menyelesaikan sebuah film komedi yang lumayan berkesan.

Ada beberapa hal yang kupikirkan selama aku menonton Tower Heist :

1. What money means to them (especially to people with low wage).
uang begitu berarti buat orang-orang yang ada di TH, mereka menghabisakan bertahun-tahun hidupnya untuk bekerja demi kelangsunganhidup mereka. Mereka sangat perlu untuk diteladani dalam hal bagaimana mereka serius mempertahankan hidupnya dengan bekerja mencari uang.

2. What family means to them.
Dalam film ini, hampir semua tokoh berjuang demi keluarganya, bahkan sang tokoh utama, yg dikisahkan masih single, juga berjuang demi keluarganya. Keluarga yang mana? Keluarganya selama 25 tahun bekerja di Tower Heist, yaitu teman-temannya.

3. How valuable our skill no matter how small it is.
Kemampuan yang kita miliki, yang melekat dalam keseharian kita, pekerjaan, hobby, kebiasaan, dan hal-hal kecil lainnya, sangatlah berharga dan tak ternilai. Seremeh apapun kita menganggapnya, namun skill atau kemampuan tersebut pasti bermanfaat bagi sesuatu atau seseorang.

4. Nothing is impossible if you try and work hard on it.
Bayangkan, 4 tokoh di film ini notabene adalah orang baik-baik yang dengan tekun bekerja di Tower Heist. Satu orang lagi adalah pemain saham yang sedang bangkrut. Mereka samasekali tidak memiliki pengalaman sebagai pencuri, namun mereka bisa mencuri mobil Ferrari dari dalam sebuah penthouse. Rahasianya hanya satu, mereka mau belajar untuk mencuri. Bukan maksudku untuk mendukung pencurian, tetapi tidak ada kata terlambat untuk mempelajari sesuatu, dan kemudian bisa setelah belajar.

5. Everyhing needs planning.
Orang bijak berkata, perencanaan adalah setengah dari keseluruhan pekerjaan. Realitasnya pun sering kita sadari, bahwa tanpa perencanaan sebelum melakukan pekerjaan, hasilnya menjadi tidak maksimal. Bahkan tidak sedikit yang mengerjakan degan terburu-buru jika tanpa didahului dengan perencanaan.

6. Planning with strategy is far better.
Berencana adalah baik, dan akan menjadi lebih sempurna jika perencanaan itu dibarengi dengan strategi. Banyak orang yang berencana sebelum bertindak, namun yan memaksimalkan hasil adalah strategi yang baik.

7. Sacrificing ourselves for others is the best thing we can do in our life.
Melakukan sesuatu yang besar tidak ada artinya jika itu dilakukan untuk diri kita sendiri saja. Manusia sebagai mahluk komunal, akan selalu merasa kurang jika tidak berbagi. Sepertinya paradoks. Tapi demikian memang kenyataanya. Tanpa berbagi, manusia akan semakin merasa kurang dan akan makin serakah tiada habisnya.

Beberapa poin itulah yang muncul di pikiranku ketika aku melihat film tersebut. :-)

Saturday, February 11, 2012

My IdeaBox

Another morning and coffee in my living room..



Ideas sometimes overflow from our heads without knowing where they should go. They just crawls out of our head and leave us with nothing, if we don't do something to keep them inside our heads or put them into reality. By doing so, all those ideas would remain or even better, evolved into a great revolutionary actions!

Unfortunately, people are not always blessed with opportunities to make their ideas into actions. Out there we may find a bunch of ideas are scattered in the street, they ask anybody who still care to collect them and turn them on.

Are you one of those people who just trash out your ideas?

Between our heads and actions, there are at least another place for the ideas to stay still. The place is what I called as IdeaBox. IdeaBox is where you can put your postponed ideas to become reality. Or else, if you let other sneak into your IdeaBox, they may be inspired and help you to do what you can't with your idea.

For me, IdeaBox appears in many ways and shapes. One of my newest IdeaBox is this blog. :-)
Having alotta activities truly drained my energy and waste my time in a way that I'm not too happy for it. But, sometimes we don't have much choices to put those activities aside, then insert a little time for our ideas and their actualization.

Late is better than nothing..

Having a lot of ideas in our IdeaBox gives us chance to make it real someday. Never stop thinkin' and store it when we don't have chances to realize it now. Don't waste our ideas to nothing.

-fin-