Showing posts with label Self. Show all posts
Showing posts with label Self. Show all posts

Saturday, November 2, 2013

Kamarku Hidupku

Lihatlah kamarku..

Aku berdiri tepat di pintu kamarku..

Ruangan kotak itu dibalut cat putih polos dikeempat sisinya..
Jendela di sisi seberang pintu kamar terpasang kokoh, *sepertinya..*
Ada tempat tidur busa ukuran single tempat adikku tidur, plus extra-bed buat aku merebahkan diri..
Rak susun plastik berdiri tegap di sudut ruangan, sejajar dengan pintu tempatku berdiri...

Rak susun itu terlihat penuh dengan berbagai barang yang bertumpuk tak rapih.
Mulai dari tumpukan buku tak beraturan sampai tas-tas yang mengkumal.

Aku teringat beberapa tahun lalu saat masih punya kamar sendiri, belum berbagi kamar begini dengan adikku.
Saat itu setiap sudut ruangan di kamarku terlihat rapih dan nyaman.

Banyak yang bilang kalo kepribadian seseorang itu bisa dilihat dari kamarnya.
Kalo kamar rapih, tertata dengan baik, terlihat bersih, indah, dan nyaman, maka biasanya orang yang memiliki kamar tersebut juga memiliki kehidupan yang tertata, tenang, dan nyaman dalam menikmati hidup.

Jadi, dengan keadaan kamarku yang seperti ini, rupanya aku harus memikirkan ulang hidupku.

Tuesday, September 24, 2013

Hari ke-10001-ku

Hari ini, tepat pada tanggal 24 September 2013, adalah hari ke- 10001 dalam hidupku!
:-)
Yup,, aku sudah hidup lebih dari sepuluh ribu hari...!!
Bayangkan,, betapa banyak ya siang-malam yang kulewati selama ini..
:-)

Sejenak aku termenung saat aku sadar betapa banyaknya hari yang sudah terbuang itu dalam hidupku. Lalu seketika itu juga ku bertanya, apakah semua hari yang telah terbuang itu memberikan dampak positif buat hidupku? Lingkunganku? Ato orang-orang terdekatku?

Tanpa dikomando dua kali,, tanganku langsung melayang ke arah tas hitam kesayanganku. Hasil dari refleks otakku ini membuat tangan kiriku merogoh jauh ke dalam tas. Selang beberapa detik kemudian, aku telah memegang sebuah agenda kecil yang sudah kumiliki sejak tahun 2007.

Perlahan-lahan aku membalik lembar demi lembar tulisan dalam agendaku. Ingatan masa lalu bertebaran diatas kepalaku. Hihihi...aku tertawa sendiri melihat isi agendaku ini. Aku ga menyangka kalau dulu aku menulis semua itu. Eits,, tunggu dulu.. ada sesuatu yang menarik perhatianku..

di sebuah halaman yang sudah agak kusam, ada tertulis :

Be radical..
Not in the violence
But in Christ,
In mind,
In thought, 
In good deed..
Aku termenung..
kemudian kubaca lagi halaman dibaliknya..

1. Hidup dengan idealisme dan visi
2. Hidup untuk kepentingan bersama
3. Rela berkorban/susah/menderita
4. Tekun dan tuntas karya

Mataku mencari-cari judul dari catatan-catatan tersebut.
Dapat! Disudut kiri atas bertulis:

Nilai-nilai Kepanduan
oleh : Agus Lianto, Iwan, dan Samuel Situmangor
 Aula PPI Unmer Malang
160110

Oh..rupanya itu catatan ketika aku mengikuti seminar kepanduan yang diadakan oleh perkantas. :-)
Sejurus dengan itu, aku kembali memikirkan hari ke-10001-ku ini..
Apakah selama 10000 hari tersebut aku telah hidup dengan idealisme? Apapkah aku telah dipenuhi visi dan termotivasi untuk melalukan visi tersebut?  Apakah aku sudah hidup untuk kepentingan bersama? Apakah aku sudah mau berkorban bagi orang lain? Apakah aku tekun dalam mengerjakan sesuatud an menghasilkan karya-karya yang sesuai dengan potensi otak ynag Tuhan berikan?
Jika semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas adalah “Tidak”, maka apa saja yang sudah terwujud?
Seandainya mau menuruti apa yang ada di catatan tersebut,, darimana aku harus memulainya?

Hari ke 10001 rupanya menjadi saat yang tepat buatku untuk refleksi diri, semoga dalam waktu dekat ini, aku bisa menyelesaikan misteri ini



Monday, September 23, 2013

Malamku belum larut..



Kadang ketika jiwa terasa lelah, kehidupan pun ikut berjalan lesu. Tengok kanan-tengok kiri, semua terlihat lesu. Aku ga memungkiri jika ini mungkin hanyalah masalah sudut pandang saja. Sudut pandang dimana karena aku lelah, maka dunia ikut lelah.

Seperti malam ini, meski jam dinding baru menunjukkan pukul 9 malem, tp rasanya kelelahan uda ga bisa ditahan Lalu, entah darimana datangnya, pikiranku berbicara padaku.

Aku heran dengan banyaknya orang yang bekerja dari pagi hingga sore. Menghabiskan waktu berjam-jam menguras tenaga dan pikiran. Sejak subuh sudah bangun, lalu bersiap mandi dan menyantap sarapan. Lalu segera pergi ke suatu tempat yang namanya kantor. Memang tidak semua bekerja di kantor, tapi sebagian besar orang indonesia pengen kerja kantoran--katanya..

Aku sadar bahwa manusia memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi apa harus dengan cara seperti itu?

Pagi hingga sore..
Senin sampai sabtu..
Delapan jam sehari, jadi sepuluh jika lembur kerja, gapapa lembur, pokoknya dapet duit lebih.

Yang pengen aku tau adalah apa iya tubuh manusia didesain untuk bekerja sedemikian rupa?

Malamku belum larut.. tp aku sudah capek tak tertahan..
Sebaiknya aku tidur agar tubuhku siap untuk menjalani hari esok..

-- Pukul 21.37 | 21 September 2013 --